Prose

nyatanya

sempat berkali-kali ku tekankan padamu, jangan pernah menguji lapangnya hati.

nyatanya, aku menjilat ludahku sendiri.

tentang bagaimana aku menyakiti, tak layak ku anggap diriku dapat diampuni.

hanya sebuah “maaf” yang dapat ku hendaki.

semoga kamu mengerti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s