Prose

keakuanmu

teruslah memberi ruang pada nafsi yang kau miliki.
mungkin memang mereka benar, tak layak aku bertaut pada janji.

selalu terkatakan tanpa henti, “ah, memangnya siapa aku ini?”

keakuanmu, menghempas semua akal sehat hingga saling beradu.
pikiranku buas, menuduh sang ‘wajar’ sampai membeku.

aku terdiam pasrah, tak berkutik sembari menunggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s