Prose

dua puluh dua, untukmu.

kini, tepat dua puluh dua tahun usiamu.

dua puluh dua; hal yang istimewa bagiku, bagimu, pun bagi kita berpadu.

dengan Tuhan aku berdoa, semoga tetap satu pada apa yang akan kita tuju nantinya.
tak perlu banyak angan yang aku utarakan, aku sungkan bila kau tak sama perihal perasaan.
hingga nanti apapun yang membuatmu harus pergi dari sini, ingatlah bahwa aku kan selalu menanti.

teruntuk jarak yang kerap menyingkirkan ego dan menanggali kisah, aku pasrah.
kepada hati yang sang pemiliknya sedang tak di sini, ia memaklumi.

aku tangguh, sampai-sampai saat ini aku mampu berteguh.

tetap hati memuja segala lebih kurang yang ada padamu.
begitu pula engkau, yang sudi menetap seiring berjalannya waktu.
terlepas dari segala lelah dan gelisah; aku belum menyerah.
masih aku sempatkan ‘tuk menganggapmu sebagai ‘rumah’.

tak perlu banyak mengucap semu.
kau tahu betapa hal ini akan terdengar sipu.
panjang usiamu, sehat ragamu, tergapai asa-mu;
akan ku aamiin-kan segala pengharapanmu.

seluruh doa baik yang selayaknya memerankan impian,
hanya ‘semoga’ yang dapat aku sampaikan.
dengan penuh cita dan cinta ku tuliskan,
untukmu yang sedang memikul kebahagiaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s