Prose

Biru

Terduduk berlunjur kita di bawah pohon kelapa, sejarak satu langkah kaki —aku dan kamu. Memandangi langit, hamparan laut yang seiring dengan suara percikan ombak, serta merta menebak perasaanku —semua terasa senada; biru. Menikmati satu dua seruput jeruk hangat, sembari aku sedang mengisi kembali logika yang ku anggap selalu tabu. "Baiknya kita sudahi saja, ya? Mari… Continue reading Biru