Prose

Biru

Terduduk berlunjur kita di bawah pohon kelapa, sejarak satu langkah kaki —aku dan kamu. Memandangi langit, hamparan laut yang seiring dengan suara percikan ombak, serta merta menebak perasaanku —semua terasa senada; biru. Menikmati satu dua seruput jeruk hangat, sembari aku sedang mengisi kembali logika yang ku anggap selalu tabu. "Baiknya kita sudahi saja, ya? Mari… Continue reading Biru

Prose

j e d a

seharusnya, sudah terbiasa kan kita tak menggertak pada jarak? aku berupaya memberi jeda, agar tak berserak. keping rindu dan ragu menjadi satu, tentu terasa pilu. tak siap, sekali lagi, umpama aku gugup mengangan kabarmu. serta-merta harapan ku sanjungkan 'tuk sekadar memadamkan. apabila aku tak segan, mungkin ku kan menentang suratan. genggam rasa percaya yang selaiknya… Continue reading j e d a